by

Perusahaan Diduga Langgar Batas Tonase, Jembatan Langgune kembali Terancam Rusak Parah.

-PERISTIWA-39 Views

Mandailing Natal, imdonesiabrantas.com – Aktivitas angkutan material milik pihak perusahaan Bahana Krida Nusantara (BKN) kembali menuai sorotan warga setelah diduga melanggar batas tonase saat melintasi Jembatan Langgune, Kecamatan Batahan.( 19/4/2026 ).

Peristiwa ini terjadi pada hari ini sekitar pukul 09.00 WIB, ketika dua unit truk jenis fuso milik perusahaan terlihat melintasi jembatan dengan membawa muatan pipa baja untuk proyek pembangunan jembatan di wilayah Aek Batahan.

Padahal, di lokasi telah terpasang rambu lalu lintas yang mencantumkan batas maksimal beban kendaraan sebesar 4 ton. Ironisnya, kendaraan yang melintas diduga memiliki bobot mencapai sekitar 40 ton, jauh melampaui kapasitas yang diizinkan.

Kronologi dan Kondisi JembatanSebelumnya, Jembatan Langgune dilaporkan mengalami kerusakan hingga patah, yang diduga akibat aktivitas kendaraan berat. Saat ini, kondisi jembatan hanya diperbaiki secara darurat menggunakan batang kelapa dan timbunan pasir, sehingga dinilai sangat rentan dan membahayakan pengguna.

Akibat kondisi tersebut, aktivitas masyarakat setempat menjadi terganggu, bahkan menimbulkan kekhawatiran akan potensi ambruknya jembatan jika terus dilalui kendaraan bertonase tinggi.Konfirmasi Pihak Perusahaan Saat dikonfirmasi oleh salah seorang rekan media, pihak pengamanan perusahaan (Papam) berinisial DG membenarkan bahwa kendaraan perusahaan memang melintasi jembatan tersebut.“

Iya betul pak, ada dua unit mobil kita lewat membawa material pancang Aek Batahan,” ujarnya melalui pesan singkat.

Namun, ketika disinggung terkait kekhawatiran masyarakat atas potensi kerusakan jembatan, tanggapan yang diberikan terkesan ringan.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan perusahaan lainnya menyatakan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab atas segala risiko yang terjadi.“Ke depan apapun yang terjadi, pihak perusahaan akan bertanggung jawab pak,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Jembatan Langgune telah disurvei oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan direncanakan akan dibangun ulang melalui anggaran pemerintah.

Tanggapan dan Kekhawatiran WargaMasyarakat setempat menyayangkan sikap perusahaan yang dinilai tidak konsisten, mengingat rambu batas tonase justru dipasang oleh pihak perusahaan sendiri, namun diabaikan dalam praktik di lapangan.

Warga khawatir, jika kondisi ini terus dibiarkan, jembatan dapat mengalami kerusakan lebih parah bahkan ambruk, yang berpotensi menghambat akses transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat.Selain itu, warga juga mempertanyakan komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan infrastruktur publik sebelum proyek pembangunan jembatan baru benar-benar direalisasikan.

Aspek Teknis dan PerencanaanDiketahui, sebelum pelaksanaan proyek pembangunan jembatan Aek Batahan, pihak perusahaan bersama konsultan teknis telah melakukan survei terkait kapasitas infrastruktur, termasuk kemampuan jembatan yang dilalui kendaraan angkutan material.

Namun, realita di lapangan menunjukkan adanya dugaan ketidaksesuaian antara hasil kajian teknis dengan pelaksanaan operasional, perlu dipertanyakan keberadaan dinas PU Provinsi dan Kabupaten kapasitas mereka, kenapa terkesan diam seribu bahasa..?

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat berharap adanya tindakan tegas dari pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun instansi teknis, guna mencegah kerusakan lebih lanjut serta memastikan keselamatan pengguna jalan. ( Muchtar 3273 ).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *